Beberapa konsep tentang kreatifitas diantaranya di kemukakan oleh Olson, Hurlock dan Evan. Menurut Olson kreatifitas yaitu kemampuan untuk menciptakan atau berkreasi. Menurut Hurlock kreatifitas yaitu proses menghasilkan sesuatu yang baru, baik objek atau gagasan dalam suatu susunan yang baru, sedangkan menurut Evan, kreatifitas adalah keterampilan untuk menemukan sesuatu yang baru, dan memandang subjek dari sesuatu yang baru, dan menciptakan bentuk kombinasi yang baru yang terdiri dari dua atau lebih konsep.
Dalam berfikir kreatif kita harus memiliki suatu pola dasar untuk berfikir kreatif, yaitu imajinasi, data, evaluasi, dan aksi. Imajinasi merupakan pola awal untuk melakukan kreatifitas. Setelah kita mengambangkan suatu gagasan atau ide yang berasal dari imajinasi kita, selanjutnya kita kemas menjadi sebuah data – data, kemudian kita melakukan suatu evaluas. Dalam proses evaluasi kita dapat mengetahui apakah ada kelemahan atau kelebihan dari suatu ide baru yang berawal dari imajinasi kita sebelumnya. Kemudian yang terakhir kita melakukan sebuah aksi. Dengan aksi tersebut kita bisa menunjukkan kepada orang lain tentang apa yang ada di dalam imajinasi kita dalam bentuk real.
Tidak semua manusia itu memiliki kreatifitas. Maka untuk mengetahui siapa saja yang memiliki kreatifitas kita harus mengetahui ciri-ciri individu yang kreatif. Ciri individu yang kreatif adalah memiliki beban dalam pikirannya, seseorang tersebut memiliki daya imajinasi yang penuh, memiliki sifat selalu ingin tahu yang sesuatu hal yang dianggap baru, menyukai pengalaman – pengalaman yang baru, penuh inisiatif, bebas dalam berpendapat, memiliki minat yang luas, memiliki rasa percaya diri yang kuat, tidak mudah menerima atau selalu bersifat kritis menghadapi suatu hal, berani untuk mengambil resiko , senang dengan tugas yang majemuk, memiliki sifat ulet dan tidak mudah merasa bosan.
Banyak orang- orang yang merasa dirinya tidak memiliki kreatifitas. Penyebab rendahnya kreatifitas pada setiap individu adalah terlalu menekankan pada cara berfikir konvergen atau menganggap suatu permasalahan hanya memiliki satu jawaban yang tepat dan kurangnya wawasan yang disebabkan kurangnya minat baca atau minat memperoleh pengetahuan sehingga menyebabkan cara berpikir kurang lentur.
Terdapat beberapa hal yang menyebabkan melemahnya daya kreatifitas yaitu, memiliki rasa takut untuk mengubah kebiasaan yang sudah melekekat pada setiap individu, takut berbuat suatu kesalahan dan takut untuk ditertawakan karena perbuatan yang ia lakukan, tidak memiliki rasa humor. Pada dasarnya kreatifitas dipengaruhi oleh lingkungan, keyakinan, dan intelektual yang mereka miliki.
Jika seseorang merasa bahwa dirinya tidak kreatif maka dapat mengakibatkan seseorang tersebut benar-benar tidak kreatif. Padahal setiap oang dapat kreatif, asalkan seseorang tersebut mengetahui kuncinya. Jadi seseorang harus memiliki keyakinan dan kepercayaan diri bahwa ia seorang yang kreatif.
Untuk mengembangkan kratifitas yang kita miliki, maka dapat kita lakukan dengan cara mengenali kecerdasan yang ada pada diri anda, melalui multiple intelligences yang meliputi kecerdasan fisik, kecerdasan linguistic, kecerdasanmatematis atau logis, kecerdasanvisual atau sepatial, kecerdasanmusical, kecerdasannaturalis, kecerdasaninterpersonal, dan kecerdasanintrapersonal.
Terdapat sepuluh cara agar dapat menjadi kreatif, yaitu yakinlah anda pasti bisamenjadi seseorang yang kreatif, semua orang pasti bisa menjadi kreatif dan menjadi orang yang sukses. Ekspresikan kreatifitas dalam pekerjaan dan kehidupan yang anda jalani. Munculkan jiwa kekanak-anakan dimana seorang anak tidak memiliki rasa malu untuk mengetahui segala hal. Hilangakan berpikir secara logis. Lakukan sesuatu yang tidak biasa anda lakukan. “charge”atau isi pikiran anda dengan berbagai ilmu pengetahuan. Perbanyaklah buku yang anda baca dan lihatlah dunia luar. Memiliki aktifitas rutin jika pikiran sedang buntu dan jenuh. Tuliskan segera ide yang muncul pada secarik kertas. Percaya bahwa anda bisa melakukannya.
Maka jadilah seseorang dengan penuh kratifitas, seseorang yang selaluberpikir analisis, selalu berpikiran kritis terhadap segala sesuatu, ambil keputusan yang terbaik, pecahkan masalah yang anda hadapi dengan cara terbaik, belajarlah terus menerus, selalu bersikap positif terhadap segala hal, selalu bersifat aktif dan disiplin terhadap segala sesuatu, dan berpikirlah secara rasional.
Seseorang dapat menjadi kreatif jika ia memiliki keyakinan dan percaya kepada dirinya sendiri bahwa ia dapat melakukan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan terbaik. Janganlah takut akan kegagalan, karena sebuah kegagalan adalah awal dari suatu keberhasilan. Jika kita putus asa, maka sebuah kreatifitas tidak akan hadir pada diri kita. Orang yang sukses adalah bukalah orang yang tidak pernah gagal. Tapi orang yang sukses adalah orang yang mau untuk berubah dan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.
Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu buat apa kita belajar. Kita belajar karena seluruh kehidupan manusia dan apa yang manusia lakukan adalah proses belajar.Dari kita lahir sampai kita mati kita selalu menemukan proses belajar. Belajar menjadikan situasi dan kondisi menjadi lebih baik dan bermanfaat dan kita belajar karena setiap agama mewajibkan umatnya untuk selalu belajar.
Apakah yang dimaksud dengan pembelajaran?? pembelajaran merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik serta sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan kegiatan profesional untuk memberikan kemungkinan dan kemudahan orang lain untuk belajar dengan sengaja, terarah dan terkendali. dan belajar merupakan invensi dengan tujuan terjadinya pembelajaran.
Pendekatan-pendekatan pembelajaran yang dilakukan yaitu :
Perubahan paradigma: pengajaran pembelajaran contohnya adalah teacher center dan student center. Dimana [ada teacher center proses pembelajaran lebih banyak berpusat pada guru, guru yang lebih banyak memegang peranan penuh, contoh metode yang digunakan dalam teacher center adalah, ceramah, demonstrasi, tutorial dan lain - lain. Student center, dimana siswa memegang peranan penuh dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang digunakan seperti diskusi, tanya jawab, dan lain - lain.
Perubahan landasan : perubahan dari behavioristik menjadi konstruktivistik.
Pendekatan ilmiah : pendekatan ilmiah meliputi teori-teori pembelajaran.
Terdapat proses pembelajaran antara lain, pertama disusun secara sistematik dan sistemik.Sesuai dengan sistem yang berlaku dan harus berurutan. Kedua, interaksi yang optimal antara dosen, mahasiswa dan sumber belajar harus berjalan dengan lancar. Ketiga, suasana yang menyenangkan, menantang, mendorong semangat dan kegiatan memungkinkan perkembangannya sehingga dapat memberi keteladanan dan membangun kemandirian dalam diri siswa.
Apakah yang dimaksud dengan pembelajaran tematik?
Pada pembelajaran tematik merupakan pelajaran yang dirancang berdasarkan tema tertentu, tema di tinjau dari beberapa mata pelajaran. Dalam pembelajaran tematik menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum. pembelajaran menawarkan dinamika dalam pembelajaran, menghilangkan batas semu antar bagian kurikulum, menyediakan pembelajaran yang interaktif serta membantu siswa mengembangun hubungan antara konsep dan ide menjadi sebuah pemahaman.
Apakah yang dimaksud dengan pembelajaran kreatif?
Pembelajaran aktif merupakan upaya mengorganisasikan isi ajaran dan kegiatan belajar, sehingga terjadi belajar aktif.
Belajar aktif meliputi :
1. Discovery learning. ( Belajar Menemukan )
2. Problem based learning.( Belajaran berbasis masalah )
3. Contextual learning.(Belajar kontekstual )
4. Independent learning.( Belajar Secara Mandiri )
Belajar menemukan merupakan pembelajaran dimana siswa secara analisis dan kritis mencari dan menemukan berbagai kemungkinan jawaban atas suatu masalah yang dihadapkan kepada mereka. Belajar berbasis masalah adalah proses kegiatan pembelajaran dimana siswa dihadapi dengan permasalahan yang harus dijawab secara ilmiah melalui data-data yang telah tersedia. Belajar kontekstual adalah dimana pendidik berupaya menghadirkan pembelajaran agar peserta didik dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kehidupan nyata. Belajar mandiri adalah proses belajar dimana setiap peserta didik belajar secara mandiri tetapi masih dalam bimbingan orang lain. Belajar kooperatif adalah kegiatan pembelajaran dimana seluruh siswa dibagi dalam beberapa kelompok sehingga siswa dapat saling bekerjasama untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Namun pada dasarnya pendekatan pembelajaran kooperatif learning ini bermanfaat untuk meningkatkan sifat positif pembelajaran terhadap lingkungan belajar termasuk guru, kemampuan kerja sama antar siswa, kemampuan nalar dan keterlibatan emosional interaksi antar pembelajaran dan dukungan social.
Lebih dari 200 tahun yang lalu. Pada tahun 1776, Adam Smith menulis dalam The Wealth of Nations bahwa "disiplin pada perguruan tinggi dan universitas umumnya dibuat-buat, bukan untuk kepentingan mahasiswa, tetapi untuk kepentingan, atau lebih tepat berbicara untuk kemudahan para pemilik perguruan tinggi'( Vif15). (Seri Editors 'comment: ini adalah contoh lain dari apa yang disebut Shaw "persatuan melawan masyarakat umum'.) Ini mungkin pandangan yang agak sinis melihat peran prosedur disiplin di lembaga pendidikan. Bagaimanapun, jika seseorang akan mengganti ' institusi' untuk 'para guru' itu tidak akan jauh dari kebenaran.
Seperti prosedur yang paling disiplin, baik dalam pendidikan, angkatan bersenjata, lembaga pemerintah atau masyarakat pada umumnya, bertujuan untuk mengurangi ekses-ekses pribadi yang melanggar hak-hak orang lain. Keterampilan datang dalam menyeimbangkan tradisi kebebasan akademik lama dengan kebutuhan untuk mencegah penyalahgunaan kebebasan. Sejumlah kecil orang cenderung memanfaatkan untuk keuntungan pribadi mereka dengan mengorbankan orang lain. Contoh paling jelas tindakan penyeimbangan ini adalah pertanyaan tentang kebebasan berbicara dan kebebasan akademik secara umum: keinginan untuk mendengar dan memeriksa semua sudut pandang yang sering bertentangan dengan keinginan untuk menekan pandangan-pandangan yang menganggap masyarakat luas sebagai ofensif (egracism).
Apa yang membuat keseimbangan ini lebih sulit untuk dicapai, adalah lembaga pendidikan yang lebih tinggi atau badan swasta tidak diperuntukkan dilihat oleh umum. Apa yang lembaga dapat lakukan untuk memberi ijin tanpa membatasi kepentingan-kepentingan, dari debat terbuka dapat mengurangi kesalah pahaman atau mengurangi pandangan yang salah dari sisi luar sebagai acuan untuk menyatakan pandangan ekstrim.
Sekarang ini catatan tidak diperlukan tentunya mengedepankan staf yang disiplin, yang mana biasanya dibatasi oleh hukum ketenaga kerjaan. Mereka mengedepankan beberapa poin-poin yang umum yang dapat menimbulkan siswa menjadi disipli. Pendapat-pendapat yang lebih detail telah dijelaskan di dalam bab-bab sebelumnya Diurutkan dari hal-hal yang mana siswa dapat sampai kepada tindakan yang disiplin yang sesuai dengan kebutuhan yang berhubungan dengan pengujian (lihat bab 4), kehadiran (bab 7) dan perekrutan (lihat Bab 2); bab 8 juga menguji dampak dari hukum pada beberapa proses tersebut, seperti sertifikat penipuan dan utang.
6,2 Akademik atau Kebiasaan?
Ada dua bidang kegiatan di mana sebuah institusi mungkin ingin menjalankan kontrol atas para mahasiswanya. Yang pertama dapat digambarkan sebagai "disiplin akademis" dan meliputi hal-hal seperti kecurangan dan upaya-upaya lain untuk menumbangkan proses kelembagaan untuk mencapai status atau penghargaan untuk mahasiswa yang tidak berhak; mungkin pendekatan ini sangat berbeda dari satu lembaga dengan lembaga lainnya, dan mungkin juga menimbulkan pertanyaan yang tidak muncul di luar pendidikan. Kedua dapat digambarkan sebagai "perilaku" dan mencakup kesalahan umum yang dilakukan mahasiswa, menjadi manusi sering melakukan kesalahan, seperti halnya anggota masyarakat yang lain: misalnya, pencurian, penganiayaan, rasisme atau kesalahan dalam memarkir.
Pembedaan antara kedua jenis pelanggaran undang-undang yang telah diuraikan di atas adalah sering dicerminkan di dalam tata cara peraturan dan prosedur disiplin yang diatur di dalam institusi. ini adalah prosedur umum yang dihubungkan dengan disiplin akademik (menipu, penyamaran, dll). ditangani dengan pencatatan administrasi siswa, sedangkan kebiasaan disiplin akan ditangani oleh tenaga ahli tentang undang-undang institusi, terkedang diperlukan keterlibatan polisi atau petugas hukum.
Bagaimanapun, pembedaan antara keduanya, kadang-kadang tidak jelas seperti diuraikan sebelumnya. Institusi harus selalu berusaha untuk mempunyai suatu definisi yang jelas dari apa yang telah ada jenis pelanggaran undang-undang dimasuk kedalam kategori yang mana, dan juga kelakuan yang tidak sepantasnya dapat ditangani oleh prosedur internal dan yang harus diserahkan kepada polisi itu. Peraturan harus menghindari anatara dua sifat yang bertentangan yang bisa menimbulkan kesalah pahaman di dalam prosedur internal suatu tindakan yang mana harusnya telah diserahkan ke para agen eksternal. Sebagai contoh, godaan seksual bisa digunakan untuk memperoleh suatu keuntungan di dalam pengujian yang dapat mempengaruhi penilaian selanjutnya, tetapi seharus tidak dilakukan berulang-ulang seperti" berbohong". Penyalah gunaan obat-obatan dapat dilaporkan kepada polisi tidak hanya pada disiplin internal. Memalsukan sertifikat dapat diperlakukan sebagai masalah disiplin lokal, sedangkan lembaga luar mengeluarkan sertifikat palsu mungkin perlu diselesaikan melalui jalur pengadilan. (Lihat bagian selanjutnya 6,8)
Beberapa prosedur disipliner yang kecil mungkin tepat ditangani di tingkat departemen. Ini bukan hanya tindakan yang berkaitan dengan prosedur lokal, seperti pembayaran untuk fotokopi, tapi juga hal-hal yang terbaik dipantau secara lokal, seperti absensi. Seharusnya, bagaimanapun, menjadi batasan untuk memutuskan kapan pusat utama prosedur disiplin harus mengambil tindakan, misalnya ketika pembayaran terlambat sehingga menjadi perhitungan hutang institusi, atau datang terlambat menjadi alasan untuk penghentian pendaftaran.
Peran 6,3 Peran Kepala Sekolah atau Wakil Kepala Sekolah
Apa pun kekuasaan yang dilaksanakan oleh badan-badan yang disebutkan pada bagian 6.2, mereka semua pada akhirnya bekerja pada tubuh tertinggi behalfof institusi (dewan akademik, senat, dewan gubernur, dll),kemudian kekuasaan itu biasanya di berikan oleh undang-undang atau piagam dari institusi. Untuk alasan ini disiplin setiap orang biasanya kekuasaan diberikan untuk mereka dari komite tertinggi dan seringkali harus membuat rekomendasi formal kepada mereka sebelum hasil dan sanksi dapat disetujui dan dilaksanakan. Hal ini, pada gilirannya, berarti bahwa akhirnya keputusan diambil oleh rektor, wakil rektor atau kepala sekolah, dalam kapasitas mereka sebagai ketua badan tersebut.
6,4 Siapa yang harus membentuk panel??
Panel untuk sidang disiplin biasanya terdiri dari campuran antara staf akademik yang sangat berpengalaman dalam peraturan dan peraturan lembaga tersebut dan mereka yang telah mempunyai catatan bagi siswa-siswa yang beruntung. Di dalam kasus ini tidak perlu orang yang berbeda. Peran yang berbeda adalah penting: sangat penting dalam peraturan dan kekuasaan selalu dilaksanakan dengan teliti dan konsistensi, tetapi juga bahwa mereka dicontohkan dengan penuh simpati untuk keadaan dari mahasiswa sebelumnya.
Meskipun tidak ada persyaratan hukum untuk melakukannya, banyak institusi mencakup satu atau lebih siswa dari panel yang teratur. Terdapat dua manfaat dalam hal ini: pertama, ia dapat membantu untuk memastikan kedua dimensi dari sidang disipliner yang disebutkan di atas, kedua, ia dapat memastikan bahwa peraturan memiliki kepercayaan dari masyarakat mahasiswa. Biasanya anggota mahasiswa dapat menjadi salah satu petugas dari serikat mahasiswa atau badan serupa, ini memiliki keuntungan bagi para pegawai (ada atau tidak adanya libur panjang) adalah informasi yang cukup baik pada masalah-masalah prosedural. Jika hal ini terjadi, bagaimanapun, mereka harus menghargai bahwa mereka tidak berada pada panel mahasiswa untuk mewakili pandangan sendiri, atau untuk bertindak sebagai 'penasihat untuk pertahanan'.
6,5 Pusat Kekuasaan dan Kekuasaan Lokal
Selain sebagai pusat kekuasaan dan komite yang teratur yang disebutkan di atas, ada saatnya seringkali bagi kekuatan disiplin formal harus dilaksanakan di tingkat departemen lokal. Hal ini berlaku baik untuk akademis dan dukungan departemen. Kebanyakan lembaga mempunyai peraturan yang mengatur perilaku di perpustakaan, di sistem komputer atau di tempat tinggal, dan untuk penyalahgunaan fasilitas tersebut akan ditangani oleh manajer melalui fasilitas penangguhan hak-hak istimewa, pengadaan denda kecil atau penarikan sementara beberapa sarana akses.Jika ini adalah kasus sanksi yang dapat dikenakan tidak boleh begitu kejam seperti untuk mempengaruhi kemajuan akademis mahasiswa atau status: hukuman dari keparahan yang harus disediakan untuk formal dan kekuasaan komite pusat.
Apakah kekuasaan yang teratur tersebut dilakukan secara lokal atau terpusat, aturan-aturan dasar yang merupakan keadilan alami ( 'proses berakhir dalam' dalam terminologi hukum AS) harus diterapkan, yaitu bahwa para siswa harus mengetahui tuduhan-tuduhan yang dijatuhkan pada mereka, dan harus memiliki hak untuk memberikan bukti pada para pendengar sidang. Penting untuk dicatat bahwa 'keadilan' tidak selalu berarti bahwa harus ada hak untuk keadilan secara pribadi; bukti dan pertahanan secara tertulis juga memenuhi kebutuhan tersebut. Konsep ini dapat menjadi sangat penting ketika mahasiswa menolak undangan untuk tampil di hadapan komite disiplin: dengan berbuat demikian mereka pasti tidak akan dapat membatalkan atau menunda tanpa batas waktu prosedur atau sanksi yang tersedia kepada panitia. Jika mahasiswa tidak dapat mendatangkan cukup bukti, komite dapat mendengarkan kasus ketidakhadiran mereka, tentu saja ini dapat ketika mahasiswa tidak setuju untuk menghadirkan bukti pertahanan, sehingga catatan mahasiswa semakin sedikit. Jika kekuasaan melakukan ini dengan tegas dinyatakan dalam peraturan dan prosedur.
Ada kecenderungan alami, yang harus dilawan, untuk melihat kekuatan disiplin lokal dan prosedur sebagai suatu hal yang ringa' daripada prosedur pusat. Tentu saja mereka dapat lebih meringankan peraturan karena trauma yang ditimbulkan pada siswa, tetapi itu tidak boleh disertai dengan hilangnya ketelitian, atau keadilan. Kewenangan untuk melaksanakan kekuasaan lokal tidak boleh dilihat sebagai cara yang cepat dan tidak cacat hukum menangani kasus-kasus yang ada cukup bukti untuk panel formal. Pilihan antara daerah dan pusat disiplin harus melihat dari kekuatan kausnya, bukan pada kekuatan bukti. Pertanyaan ini muncul paling jelas dalam kasus plagiarisme dalam kursus: departemen mungkin memiliki setiap alasan, dari pengetahuan tentang siswa, untuk mencurigai bahwa karya yang diajukan mereka disalin dari sumber-sumber lain atau mahasiswa lain. Ada godaan yang kuat dalam kasus-kasus seperti untuk departemen hanya untuk menantang siswa dengan memberikan nilai nol jika diketahui pekerjaan mahasiswa tersebut hanya menyalin, dan melihat kemampuan mereka. Keadilan ini tidak memuaskan meskipun hasilnya mungkin pantas untuk diterima: dan tidak membenarkan jika menggunakan rata-rata, dan suatu pendekatan oleh siswa yang mungkin akan berhasil. Hal ini bisa sangat menjengkelkan bagi staf dan administrasi tutorial yang sama, seperti akademisi di luar ketika diketahui para penjahat yang dinyatakan tidak bersalah atas kejahatan yang semua pihak tahu bahwa mereka telah melakukan, karena bukti itu tidak meyakinkan; lembaga pendidikan tidak dikecualikan dari aturan-aturanbukti, namun, untungnya bagi mereka, beban pembuktian yang lebih mirip dengan yang di litigasi sipil daripada standar yang lebih tinggi dibutuhkan untuk penuntutan pidana di pengadilan.
6,6 Hukuman
Hukuman harus sebanding dengan pelanggaran. Ini bukan hanya masalah keadilan, tetapi juga mengurangi kemungkinan banding. Hal yang sama berlaku apakah hukuman akademik atau keuangan. Utang kecil mungkin tidak aktual sanksi sampai mahasiswa mencoba mendaftarkan diri kembali tahun depan atau untuk menerima penghargaan, sedangkan besar utang (khususnya untuk biaya pendidikan) dapat mengakibatkan penghentian instan pendaftaran. Denda untuk kejahatan non-akademis seperti pelanggaran parkir, merokok di tempat tinggal atau merusak buku perpustakaan tidak boleh begitu berat hukumannya sehingga pendaftaran siswa yang membahayakan; kecuali, yaitu parkir berada di wakil kanselir kantor, merokok itu sengaja untuk menonaktifkan alarm kebakaran atau buku-buku perpustakaan sengaja dirusak dalam keadaan kotor atau cara skala besar. Untuk plagiarisme kecil nilai nol pada karya mereka mungkin tepat, karena penyuapan atau kecurangan yang dilakukan terang-terangan dalam ujian maka dilakukan pengusiran mungkin cocok. Seperti dapat dilihat, berbagai pelanggaran dalam salah satu kategori dapat meluas, sehingga berbagai hukuman harus secara setaraf menjadi melebar. Hukumannya juga harus tepat waktu: sebuah hukuman untuk pelanggaran serius yang tidak akan berlaku sampai tahun depan mungkin dapat dianggap lemah oleh masyarakat mahasiswa, sanksi yang bergantung pada tidak adanya pelanggaran kedua (cukup umum dengan sedikit kecurangan ) dapat dianggap sebagai siswa memberikan gratis satu upaya di pelanggaran. Hal ini, dalam konteks kecurangan, dapat paling merusak, karena hampir satu undangan untuk terus berbuat curang sampai tertangkap, dan kemudian melepaskan dengan hanya sebuah peringatan jika terbukti pelanggaran pertama. Demikian pula, hukuman untuk non-pembayaran denda disipliner seharusnya diperlakukan lebih parah daripada hutang lainnya, karena merupakan cemoohan dari tindakan disiplin itu sendiri.
Apa pun hukuman, harus menjadi cakupan dalam peraturan yang bersangkutan, atau dalam lingkup yang normal dari setiap kebijaksanaan yang diperbolehkan (lihat chepter 8, Bagian 8.8, untuk diskusi lebih lanjut dari peran dar ' keputusan yang wajar'). Sifat hukuman juga harus terkait dengan sifat pelanggaran: pelanggaran non-akademis tidak akan mempengaruhi nilai siswa secara langsung, dan tidak umum untuk menerapkan denda tanpa hukuman akademik tambahan (jika tidak, siswa yang kaya dapat didenda lebih bebas daripada miskin). Namun, hal itu adalah sah untuk hukuman akademis untuk pekerjaan mempengaruhi selain itu di mana pelanggaran tersebut dilakukan: meniru satu modul dapat sering menyebabkan siswa diberi penghargaan yang lebih rendah atau klasifikasi bahkan jika tanda itu sendiri masih menyarankan yang lebih tinggi . Ini berguna jika institusi ingin memastikan bahwa murid yang curang pada karya mereka berakhir dengan hasil yang lebih keras daripada yang lemah hanya siswa yang gagal. Prosedur semacam itu adalah sah jika mereka diizinkan untuk secara tegas dalam peraturan dan dipertimbangkan dan dilaksanakan dengan baik (lihat Bab 8, bagian 8.12, di tinjauan ulang hal tentang pengadilan).
6,7 Menolak Informasi, Pendaftaran dan Penghargaan sebagai Sanksi
Bisa terdengar mau tidak mau bahwa suatu institusi boleh ingin, sebagai sanksi untuk suatu pelanggaran peraturan, untuk menahan informasi dari siswa, tetapi ini terjadi. Kejadian yang yang paling sering berhubungan dengan hutang. Sangat sering sanksi yang utama yang mana suatu institusi melawan terhadap seorang siswa dengan pembayaran yang tak dibayar maka akan menahan hasil pengujian mereka. Terdapat dua hal yang menyangkut hal ini :
• Mahasiswa kiranya akan sangat tertarik untuk mengetahui hasilnya, memberikan insentif untuk menghapus utang; • Mengatakan kepada siswa bahwa ia telah gagal lebih cenderung melihat hilangnya mahasiswa dibanding penyelesaian terakhir dari utang.
Pemotongan informasi tersebut relatif mudah dengan catatan manual, dan tidak memperumit prosedur rutin seperti pengolahan tanda - semua yang diperlukan adalah untuk memproses segala sesuatu seperti biasa, kecuali untuk penerbitan hasil. Untuk catatan terkomputerisasi ini dapat dibuat lebih rumit oleh kemampuan siswa untuk permintaan untuk melihat data mereka hak akses di bawah perlindungan data yang diabadikan dalam undang-undang (lihat Bab 9); berusaha untuk menghindari undang-undang berarti meninggalkan sistem komputerisasi untuk satu siswa, yang dapat menambahkan cukup untuk proses normal.
Hal ini lebih mudah ketika mempertimbangkan pemotongan penghargaan pada dan kursus. Bahkan jika siswa tahu bahwa mereka telah lulus kursus sepenuhnya, di lembaga masih dapat menolak untuk percakapan penghargaan, dalam hal ini para siswa tidak dapat mengklaim telah diperoleh itu (lihat Bab 5, bagian 5.2 (a)). Permintaan untuk referensi dan transkrip dapat menyatakan, secara terbuka dan adil, bahwa penghargaan belum diberikan (walaupun majikan yang potensial meminta referensi demikian tidak memiliki hak otomatis untuk mengetahui alasan untuk non-conferral). Seperti pemotongan dari penghargaan terakhir adalah api dalam kasus kegagalan untuk membayar biaya pendidikan. Karena itu adalah bagian dari apa pun yang dianggap kontrak formal dengan siswa. Untuk biaya lainnya (seperti tempat tinggal biaya) lembaga harus jelas dalam peraturan dan prosedur bahwa setiap utang ke lembaga pendidikan akan menghasilkan penghargaan ditahan, bahkan itu adalah bijaksana untuk membuat ketentuan seperti itu tidak hanya untuk utang tetapi untuk retensi dari setiap properti milik lembaga, seperti buku-buku perpustakaan atau komputer dan peralatan laboratorium. Lihat lebih lanjut dalam Bab 8.
Walaupun untuk tujuan yang paling kecil (utang, dll) suatu lembaga akan membiarkan seorang mahasiswa menyelesaikan masa studi saat ini, tapi menghalangi mereka dari mendaftar pada berikutnya, ada dengan jelas kasus-kasus di mana sanksi disiplin dapat segera suspensi dari kursus, pengusiran atau permanen. Lembaga memiliki hak ini, asalkan dalam peraturan dan prosedur mereka untuk melakukannya. Setidaknya, ini adalah kasus di mana pelanggaran yang berkaitan dengan status seseorang sebagai mahasiswa, yaitu pada alasan akademis, menimbulkan institusi-disiplin terkait. Apa yang perlu kasus yang lebih besar adalah mengambil tindakan disipliner apapun terhadap siswa untuk kejahatan yang dilakukan di luar kehidupan siswa mereka. Kebanyakan institusi akan memiliki di dalam peraturan disiplin pelanggaran seperti 'membawa keburukan institusi inti', yang dapat digunakan dimana tepat, jika mahasiswa melakukan kejahatan serius. Ini harus digunakan dengan hati-hati, bagaimanapun, dan nasihat hukum mungkin berhati-hati dalam banyak kasus, jika tidak, mahasiswa dapat mengajukan banding terhadap sanksi atas dasar bahwa pelanggaran nya itu tidak bertentangan dengan lembaga itu sendiri.
6,8 Penipuan
Tindakan disipliner terhadap siswa terbukti telah melakukan penipuan dalam peran mereka sebagai seorang pelajar harus ditangani dengan sangat berat, karena tidak hanya dengan sengaja berusaha untuk menumbangkan prosedur kelembagaan untuk memperoleh keuntungan yang tidak adil dan tanpa kerja, tetapi juga berpotensi pelanggaran terhadap semua siswa lain jika itu berarti bahwa institusi penghargaan jatuh ke dalam kehinaan karena kelemahan siswa yang menahan mereka. Penipuan sehubungan dengan penerimaan harus dihukum oleh pengusiran (lihat Bab 2); itu adalah sebuah pelanggaran terhadap syarat-syarat penawaran dan kontrak. Penipuan dalam kaitannya dengan ujian yang sama berat dan pengusiran harus dipertimbangkan; ini berlaku baik untuk pemeriksaan diri dan prosedur tambahan seperti catatan medis yang pura-pura mengurangi kinerja yang buruk (lihat bab 4 pada ujian dan Bab 8 tentang permasalahan hukum). Penipuan terhadap siswa memiliki sertifikat dan transkrip palsu harus diperlakukan sangat tegas; tindakan terhadap non-mahasiswa mengeluarkan sertifikat palsu perlu dilakukan melalui pengadilan jika diperlukan (lihat Bab 8). 6,9 Kehadiran
Tindakan disiplin untuk tidak kehadiran bukanlah semua yang sering terjadi di banyak institusi, kecuali kehadiran adalah persyaratan perundang-undangan (lihat Bab 7, bagian 7.5), pandangan yang berpendapat bahwa jika para siswa ingin memboroskan uang dan waktu mereka dengan tidak menghadiri, itu adalah pilihan mereka dan tanggung jawab mereka. Sepanjang kehadiran bukanlah suatu menurut undang-undang kebutuhan untuk pendanaan pemerintah, sikap ini akan berlaku.
6,10 Mitra Perguruan Tinggi
Garis-garis tanggung jawab disiplin dapat menjadi kabur ketika kursus dijalankan dalam kemitraan dengan perguruan tinggi lain. Lingkup kewenangan masing-masing lembaga harus ditentukan dalam perjanjian. Misalnya, pelanggaran peraturan akademik (mencontek, absensi, hutang) dapat ditangani di bawah peraturan dan kekuasaan lembaga induk, tetapi perilaku pelanggaran undang-undang (mobil parkir, dan sebagainya, sebagaimana disebutkan di atas) biasanya akan ditangani oleh lembaga dimana mahasiswa yang sedang diajarkan, atau lebih tepatnya di mana pelanggaran tersebut dilakukan. Seorang mahasiswa di mitra perguruan tinggi seharusnya tidak memiliki hak untuk mengajukan banding kepada lembaga mitra mengenai masalah-masalah yurisdiksi lokal: tidak hanya akan yang memberikan siswa pada kursus semacam itu hak ekstra dibandingkan dengan siswa pada mata kuliah lain pada lembaga pendidikan, tetapi juga serius merusak hubungan antara kedua lembaga jika seseorang dapat mengesampingkan yang lain.Tentu saja lembaga orangtua mungkin akan diminta untuk memeriksa bahwa syarat-syarat perjanjian antara lembaga-lembaga yang telah diikuti dengan benar, tapi yang menempatkan lembaga orangtua dalam peran seorang hakim memegang merupakan tinjauan ulang hal tentang pengadilan bukan sebagai pengadilan banding lebih lanjut (lihat Palfreyman dan Warner 1998, pada waralaba).
Quantum Learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Quantum learning menggabungkan sugestologi, teknik pemercepatan belajar, dan Neuro Linguistic Programming (NLP) dengan teori.
Slide 2
Quantum learning berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria. Ia melakukan eksperimen yang disebutnya suggestology (suggestopedia). Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apa pun memberikan sugesti positif atau negatif.
Macam-macam kecerdasan adalah sastra linguistik, logika matematika, visual, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, natural.
Pertumbuhan otak :
otak tumbuh karena ada stimulus
fungsi sensor motorik : kontak dengan lingkungan
fungsi emosional kognitif, stimulus berupa bermain, meniru.
fungsi kecerdasan lebih tinggi, stimulus berupa pembelajaran
Otak Kanan dan Kiri
Kiri : logis (mengacu pada urutan aktivitas), sekuensial, linier, rasional, konvergen, vertikal.
Kanan : acak, tidak teratur, intiutif sehingga imajinasi berkembang, tetap mengacu pada fakta secara holistik (menyeluruh)
Quantum learning menciptakan konsep motivasi, langkah-langkah menumbuhkan minat, dan belajar aktif.
Belajar aktif mempunyai ciri-ciri:
Belajar apa saja dari setiap situasi
Memanfaatkan apa yang kita pelajari untuk keuntungan kita.
Proaktif, mempunyai inisiatif untuk memulai lebih dahulu
Bersandar pada kehidupan
Apabila kita telah mengerjakan tugas dari semua pelajaran yang telah kita kerjakan, maka berilah reward pada diri kita sendiri, rayakanlah selesainya tugas yang telah kita kerjakan. perayaan akan memberikan perasaan keberhasilan, kesempurnaan, kepercayaan diri, motivasi untuk langkah selanjutnya.
Pada Quantum Learning harus menyediakan pembelajaran yang menyenangkan untuk itu kita harus menata lingkungan belajar kita agar siswa merasa nyaman dalam belajar. Hal-hal yang perlu ditata dalam pembelajaran antara lain :Perabotan harus ditata dan diletakkan dengan sebaik-baiknya agar siswa mudah bergerak, pencahayaan harus dapat diatur, agar belajar dapat terfokus, musik digunakan sebagai sarana relaksasi, alat bantu visual, penempatan, agar siswa mudah bergerak di dalam kelas.temperatur harus dapat diatur sehingga membutuhkan AC atau alat pengatur suhu lainnya, tanaman, kenyamanan yang dirasakan oleh setiap peserta didik, suasana hati pada para peserta didik juga harus diperhatikan.
Mengapa perlu adanya musik dalam pelajaran ??
Dengan adanya musik denyut nadi dan tekanan darah akan menurun, gelombang otak lambat dan otot-otot dapat menjadi rileks sehingga siswa merasa tenang dan nyaman serta merasa siap untuk mengikuti proses belajar pembelajaran.
Jika kita ingin merasakan kenyaman dalam belajar, maka kita harus menemukan gaya belajar yang ada di diri kita. Adapun cara belajar anda adalah gabungan dari cara menyerap informasi, cara mengatur informasi, cara mengolah informasi. Untuk melakukan suatu kegiatan belajar dan pembelajaran kita harus memiliki modalitas dalam belajar yaitu dengan cara visual (melihat), dengan cara audiotorial (mendengar), dengan cara kinestetik (gerakan).
Untuk mempermudah kita dalam belajar kita harus membuat peta pikiran, manfaat peta pikiran adalah agar belajar kita menjadi fleksibel, memusatkan perhatian dalam pelajaran dalam belajar kita, memudahkan kita meningkatkan pemahaman dalam belajar, dan agar belajar kita lebih menyenangkan.
Dalam Teknis menulis melibatkan logika atau otak kiri.
1. Rencana
2. Urutan berpikir
3. Penyuntingan, memilih mana yang perlu atau tidak
4. Penulisan ulang
5. Pengoreksian
6. Tanda Baca
Dalam teknik menulis juga melibatkan emosi atau otak kanan.
Manajemen kelas merupakan berbagai jenis kegiatan yang dengan sengaja dilakukan oleh guru dengan tujuan menciptakan kondisi optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Manajemen kelas sangat berkaitan dengan upaya-upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar (penghentian perilaku peserta didik yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran, penyelesaian tugas oleh peserta didik secara tepat waktu, penetapan norma kelompok yang produktif), didalamnya mencakup pengaturan orang (peserta didik) dan fasilitas. Masalah dalam manajem kelas terbagi dua yaitu : 1. Masalah individual 2. Masalah kelompok
1. Masalah Individual Attention getting behaviors ( perilaku mencari perhatian); Power seeking behaviors ( perilaku menunjukan kekuatan); contoh ada salah seorang siswa yang sering menawar-nawar tugas yang diberikan atau seorang siswa yang sering mengintervensi orang lain. Revenge seeking behaviors ( perilaku menunjukan balas dendam); contoh: salah seorang siswa yang senang melihat gurunya melakukan kesalahan. Helplessness ( peragaan ketidak mampuan)
2. Masalah Kelompok Kelas kurang kohesif karena alasan jenis kelamin, suku tingkatan sosial ekonomi dan sebagainya sehingga perbedaan perbedaan tersebut akan menimbulkan masalah-masalah di dalam kelas. Penyimpangandari norma-norma perilaku yang telah disepakati sebelumnya. Dalam hal ini terdapat kelompok siswa yang tidak meatuhi peraturan-peraturan di dalam kelas. Kelas mereaksi secara negatif terhadap salah seorang anggotanya. Tak jarang hampir di setiap kelas terdapat seseorang yang berbeda dengan semua teman sekelasnya. dan tak jarang teman lainnya memperlakukan seseorang itu dengan mereaksi secara negatif. Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugas yang tengah digarap. Semangat kerja rendah atau semacam aksi protes terhadap guru, karena menganggap tugas yang diberikan guru kurang fair. Mungkin terlalu banyak dan sulit sehingga mereka mengganggap tugas yang diberikan guru terlalu memberatkan. Kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru.
Pendekatan Manajemen Kelas Pendekatan otoriter; siswa perlu diawasi dan perlu diatur Pendekatan intimidasi; mengawasi siswa dan menertibkan siswa dengan cara intimidasi Pendekatan permisif; Memberiakan kebebasan siswa, apa yang ingin dilakukan siswa dan guru hanya memantau apa yang dilakukan oleh siswa Pendekatan resep masakan; mengikuti dengan tertib dan tepat hal-hal yang sudah ditetapkan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Pendekatan pengajaran; guru menyusun rencana pengajaran dengan tepat untuk menghinadari permasalahan perilaku siswa yang tidak diharapkan. Pendekatan modifikasi perilaku; mengupayakan perubahan perilaku yang positif pada siswa. Pendekatan iklim sosio-emosional; menjalin hubungan yang positif antara guru dan siswa. Pendekatan sistem proses kelompok atau dinamika kelompok; meningkatkan dan memelihara kelompok kelas yang efektif dan produktif.
MOVING CLASS Ciri- ciri dari moving class adalah rombongan belajar yang akan belajar suatu mata pelajaran harus mendatangi ruang/laboratorium mata pelajaran tersebut, Guru mata pelajaran tetap berada di ruang/laboratorium mata pelajarannya. Jadi siswa berada dalam suasana baru setiap akan belajar suatu mata pelajaran. Kondisi setiap ruang/laboratorium mata pelajaran akan disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran tersebut.
Adapun tujuan dari moving class adalah
Memfasilitasi siswa yang memiliki beraneka macam gaya belajar baik visual, auditori, dan khususnya kinestetik untuk mengembangkan dirinya.
Menyediakan sumber belajar, alat peraga, dan sarana belajar yang sesuai dengan karakter mata pelajaran
Melatih kemandirian, kerjasama, dan kepedulian sosial siswa. Karena dalam moving class mereka akan bertemu dengan siswa lain bahkan dari jenjang yang berbeda setiap ada perpindahan kelas atau pergantian mata pelajaran.
Merangsang seluruh aspek perkembangan dan kecerdasan siswa (multiple intelegent)
Meningkatkan kualitas proses pembelajaran;
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi waktu pembelajaran pendamping mata pelajaran tetap berada di ruang/laboratorium mata pelajarannya, sehingga waktu pendamping mengajar tidak terganggu dengan hal-hal lain.
Meningkatkan disiplin siswa dan pendampin
Meningkatkan keterampilan pendamping dalam memvariasikan metode dan media pembelajaran yang diaplikasikan dalam kehidupan siswa sehari-hari.
Meningkatkan keberanian siswa untuk bertanya, menjawab, mengemukakan pendapat dan bersikap terbuka pada setiap mata pelajaran
Pada pembahasan rekrutmen peserta didik ini, sebelumnya kita harus mengetahui apa sebenarnya fungsi dari lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan mempunyai berbagai fungsi. Dapat kita cermati dari fungsi tekhnis atau ekonomis, fungsi sosial, fungsi politik, fungsi pendidikan, dan fungsi spiritual.
Jika dilihat dari fungsi tekhnis dan ekonomis, lembaga pendidikan berfungsi untuk memperbaiki ekonomi indvidu, keluarga ataupun masyarakat.
Lembaga pendidikan berfungsi dalam konstribusi pada tatanan sosial yaitu hubungan antar manusia dan konstribusi pada peradaban contohnya dapat menanamkan budaya disiplin pada setiap orang. Budaya lama yang baik dapat menimbulkan efisiensi yang out of date. Budaya yang kurang baik sebaiknya diperbaiki agar menjadi baik.
Pada fungsi politik, lembaga pendidikan berfungsi untuk kepentingan negara dimana warga negara tahu hak dan kewajibannya dalam hal kepemimpinan, partisipasi, demokrasi, kewenangan dan lain-lain.
Lembaga pendidikan menimbulkan proses transformasi Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi serta budaya yang mengembangkan efek layananan masyarakat.Transformasi berarti apa yang anda lakukan harus ada eksistensinya.
Fungsi lembaga pendidikan dalam spiritual adalah berfungsi memahami hakikat kemanusiaan dan kesempurnaan Sang Pencipta. Pendidikan harus membuat kita mengetahui kesederhanaan.
Perekrutan peserta didik adalah suatu proses pencarian dan pemikatan calon peseta didik yang mampu untuk mendaftarkan sebagai calon peserta didik disuatu lembaga pendidikan tertentu. Tahapan rekrutmen peserta didik dapat dicari dengan penyertaan form atau aplikasi pendaftaran. Pelaksanaan rekrutmen dapat dilakukan sendiri di sekolah, kolektif atau lembaga rekrutmen.
Hal-hal yang harus di tentukan dalam rekrutmen peserta didik :
Penentuan lembaga pendidikan; setiap lembaga pendidikan harus menentukan apa saja yang menjadi tujuan lembaga pendidikan tersebut didirikan agar kegiatan pendidikan dapat terarah sesuai dengan tujuan.
Penentuan kriteria peserta didik yang akan diterima. Tentunya penentuan kriteria harus disesuaikan dengan tujuan.
Membuat estimasi jumlah rombongan belajar secara keseluruhan.
Penentuan jumlah peserta didik tahun ini.
Penentuan jumlah peserta didik yang akan diterima dengan memperhatikan kriteria gender, prestasi calon peserta didi dan lain-lain.
Sumber rekrutmen dapat dilakukan melalui :
Walk ins dengan cara mencatat calon peserta didik yang tertarik dengan lembaga pendidikan tersebut walaupun calon peserta didik hanya bermaksud untuk melihat-lihat.
Internet dengan cara membuat blog atau membuat iklan di internet.
Advertising; Want ad yaitu dengan cara mengurangi informasi secara lengkap termasuk dengan cara mengurangi informasi Biaya yang harus dikeluarkan, dan blind ad yaitu dengan cara memberikan informasi terbatas.
Melalui lembaga pendidikan yang setingkat dibawah atau bukan.
Melalui organisasi atau komunitas, melalui komunitas atau organisasi informasi dari mulut ke mulut dapat terlaksana.
Open house; dengan cara mempersilahkan para calon peserta didik melihat sarana dan prasarana yang ada pada lembaga pendidikan tersebut.
Evaluasi dalam rekrutmen dilakukan untuk mengetahui efektivitas dalam rekrutmen. Evaluasi dapat dilihat dari :
Jumlah pendaftarannya
Jumlah yang diusulkan untuk diterima.
Jumlah yang diterima sesuai dengan target atau tidak.
Pemanfaatan saluran rekrutmen dilakukan dengan efektif atau tidak.
Pelaksanaan rekrutmen.
Biaya-biaya
Terdapat berbagai kendala yang dihadapi dalam rekrutmen, kendala-kendala tersebut diantaranya : 1. Kebijakan organisasional, dapat dilihat dari :
Kenaikan kelas, kelulusan, mutasi.
Biaya pendidikan
Penerimaan siswa lokal atau luar kota.
2. Supply and demand.
3. Kondisi lingkungan eksternal dipengaruhi oleh kondisi ekonomis dan persaingan.
4. Persyaratan peserta didik yang diterima yang tidak sepenuhnya dimiliki oleh calon peserta didik.
Pada pertemuan ke 6, Pak Amri menjelaskan tentang seleksi, penempatan dan orientasi. untuk itu pertama kita akan membahas tentang seleksi terlebih dahulu.
SELEKSI
Seleksi merupakan serangkaian kegiatan yang digunakan untuk memutuskan apakah pelamar diterima atau tidak. Dimana penyeleksian merupakan perpaduan antara kebutuhan pelamar dan kebutuhan lembaga pendidikan. Jika antara pelamar dan lembaga pendidikan memiliki kebutuhan yang berbeda maka pelamar tidak di terima dalam proses penyeleksian.
Tantangan dalam seleksi terdiri atas :
1. Tantangan Supply; tantangan supply merupakan tantangan yang terkait dengan ketersediaan calon.
Dapat dikatakan positif jika makin banyak pelamar maka makin mudah untuk memilih yang terbaik.
Dapat dikatakan negatif jika banyak pelamar maka pekerjaan administrasi semakin bertambah, waktu yang dibutuhkan juga semakin lama, dibutuhkan sumber daya yang lebih banyak. Jika dalam proses seleksi terdapat banyak pelamar, maka biaya yang dibutuhkan juga semakin besar.
2. Tantangan Etnis
Kesetaraan gender; apakah siswa yang akan diterima semuanya wanita atau laki-laki?
Familly sistem (KKN); proses penerimaan siswa baru karena adanya rekomendasi atau dengan tes
Sogokan (surat sakti); dapat berbentuk uang.
Transparansi,
3. Tantangan Organisasional
Visi dan misi organisasi; kejelasan untuk melihat dan menunjukan kepastian keberadaan sekolah tersebut.
Keterbatasan: sarana, pembiayaan dan alokasi.
Materi layanan
Sumber daya manusia
Langkah-langkah yang dilakukan dalam proses seleksi :
1. Seleksi Administratif
Untuk mengetahui secara administratif telah terpenuhi
Seleksi administratif mencangkup : a. pengisian formulir, b. bukti pembayaran seleksi jika ada, c. kelengkapan dokumen pendukung (ijazah, NEM, Sertifikat), d. ketentuan lain-lain
2. Tes-tes, alat bantu untuk memadukan kriteria yang diterima dengan kondisi calon siswa atau pelamar.
Alat tes harus memenuhi standar, harus valid dan reliabel.
Tidak semua indikator yang ditetapkan bisa diukur dengan tes.
Materi tes terdiri dari psiko tes, pengetahuan (potensi akademik), performance.
Harus memperhatikan aspek kelayakan (feasibility) dan fleksibilitas.
3. Wawancara seleksi
Percakapan formal dan mendalam yg dilakukan untuk mengevaluasi hal-hal yang dapat diterima (acceptability) calon.
Tipe wawancara: individual, kelompok.
Jenis pertanyaan: tidak terstruktur, terstruktur, campuran, problem solving, stress interview.
Pewawancara harus active listening, ramah, menunjukkan perhatian kepada orang lain.
Terminasi; beri kode jika waktu habis.
Evaluasi hasil wawancara ; pada saat wawancara harus menggunakan acuan.
Kesalahan dalam wawancara
Hallo effect -- menggunakan data terbatas, berprasangka tentang hal-hal lain
Leading question -- mengarah pada jawaban yang diinginkan pewawancara
Personal biases -- prasangka pewawancara terhadap kelompok tertentu
Domininasi pewawancara -- menggunakan waktu untuk menceritakan diri sendiri pewawancara atau tidak relevan dengan materi pewawancara.
4. Pemeriksaan referensi
Personal references; informasi karakter calon dari orang-orang yang mengenal secara dekat.lebih menekankan aspek positif dari calon. Muatan terdiri dari kemampuan akademik, kemampuan finansial, kemampuan menjalani proses pendidikan
Performance references; referensi yang menggambarkan kemampuan atau prestasi calon -- dibuktikan dgn fotocopy dokumen.
5. Evaluasi medis
Menunjukkan kesehatan calon siswa.
Pelaksana : lembagaĆ pendidikan secara mandiri atau menyerahkan kepada lembaga kesehatan.
Arah : a. mengurangi alokasi anggaran untuk kesehatan dan asuransi, b. Agar calon lancar mengikuti proses pendidikan tanpa halangan kesehatan.
6. Keputusan penerimaan
Media : papan pengumuman, surat, jaringan internet, telpon.
Materi: a. hanya yang lulus, b. termasuk cadangan, c. yang tidak diterima juga diumumkan.
PENEMPATAN
1. Menempatkan calon yang lulus seleksi pada kelas yang sesuai dengan kemampuan atau kondisi lain peserta didik.
2. Dasar penempatan dapat dilakukan dengan melihat :
Hasil seleksi
Homogen atau heterogen
Jadwal belajar
Gender
Lain-lain
ORIENTASI / INDUKSI
1. Memperkenalkan siswa baru terkait hak dan kewajiban, dengan organisasi, dengan siswa lain.