Pembiayaan pendidikan di Indonesia berasal dari tiga sumber, yaitu :
Pemerintah pusat, sekurang-kurangnya 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Pemerintah daerah, sekurang-kurangnya 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Sumbangan Masyarakat, contohnya seperti biaya SPP pada sekolah swasta.
Pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan tentang Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dimana sekolah mempunyai pilihan untuk menerima atau tidak. Jika sekolah tersebut menerima maka terdapat 4 persyaratan :
Jika uang sekolah kurang dari BOS maka sekolah tersebut dilarang memungut iuran tambahan.
Jika uang sekolah sama dengan BOS maka sekolah tersebut juga dilarang untuk memungut biaya.
Jika uang sekolah lebih besar dari BOS maka sekolah tersebut dibolehkan untuk memungut biaya tambahan. Yang ditentukan dari uang sekolah dikurangi dengan biaya BOS.
Jika sekolah-sekolah tersebut menerima BOS maka diharuskan membuat laporan dan audit.
BOS merupakan bantuan operasional yang diberikan oleh pemerintah pusat sedangkan BOP merupakan bantuan operasional yang berasal dari pemerintah daerah.
Dana BOS yang diterima tidak sama antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lain. Dana BOS yang diberikan sesuai dengan jumlah siswa pada sekolah tersebut.Jika jumlah siswa pada sekolah tersebut berjumlah besar maka dana BOS yang diterima besar. Jika jumlah siswa pada sekolah tersebut sedikit maka dana BOS yang diberikan sedikit pula. dapat kita rumuskan sebagai berikut :
BOS x jumlah siswa = jumlah dana yang diterima.
Terdapat tiga prinsip dalam penggunaan yang terkait dengan sumber yang pertama prinsip keadilan; prinsip ini dapat kita lihat berdasarkan kemampuan dari setiap masyarakat, prinsip keadilan bukan merupakan penyama rataan. Dapat kita lihat terkait dengan kondisi ekonomi masyarakat yang berbentuk sebuah biaya. Jika penghasilan sebuah sekolah tersebut kecil maka bantuan yang diberikan akan besar, dan jika penghasilan sebuah sekolah itu besar maka bantuan yang akan diterima kecil. Untuk itu agar semua masyarakat dapat memperoleh pendidikan maka pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai dana BOS.
Kedua prinsip kecukupan; prinsip ini terkait dengan unit cost suatu biaya pendidikan siswa, dimana kita dapat menetapkan satu harga untuk biaya pendidikan.Dana yang diterima sama dengan dana yang dikeluarkan sesuai dengan RAPBS yang telah dibuat oleh masing- masing sekolah. Terkadang dana yang kita dapat tidak mencukupi dengan apa yang kita inginkan, untuk itu kita harus membuat sebuah skala prioritas.
Ketiga, prinsip berkelanjutan; maksudnya disini adalah pendidikan bukan berlangsung hanya untuk hari ini tetapi untuk esok hari juga pasti pendidikan akan terus berjalan.oleh karena itu kita juga harus memikirkan biaya- biaya untuk masa yang akan datang.
Prinsip pengelolaan dana pendidikan, yaitu :
Prinsip keadilan, pada prinsip ini bukan sama dengan jumlah pendidikan per anak, tetapi prinsip keadilan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Prinsip efisiensi, maksud dari prinsip ini adalah menggunakan keuangan sesuai dengan kebutuhan.
Prinsip transparansi, dengan adanya bukti fisik yang dapat berupa foto kegiatan atau bentuk sarana prasarana yang berupa barang - barang.
Prinsip akuntabilitas, yaitu adanya pertanggung jawaban yang dilihat dari alokasi dana dan besaran/volume.
Terdapat 3 kategori bisnis yang pertama adalah Badan Usaha Badan Hukum, kedua berdasarkan Jenis Usahanya dan yang ketiga berdasarkan Kepemilikannya.
Berdasarkan Badan Usaha Badan Hukum terdiri dari a) Privat bisnis yang merupakan badan usaha perorangan, b) Firma merupakan badan usaha yang menggunakan nama-nama orang terkenal, c) Koperasi; suatu bentuk usaha bersama yang bersifat kerja sama d) CV atau biasa kita kenal dengan sebutan perseroan komenditer dimana patner hanya menerima uang, e) PT (Perseroan Terbatas), pada PT modalnya terdiri dari saham-saham dan setiap pemegang saham dalam Perseroan Terbatas tidak mengurusi nilai saham yang mereka tanam, f) BHMN (Badan Hukum Milik Negara) suatu status yang diberikan oleh masyarakat untuk universitas negeri, seperti UI dan UGM dan g) BHP (Badan Hukum Pendidikan) yaitu badan hukum bagi penyelenggaraan dan/atau satuan pendidikan formal, yang berfungsi memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik, berprinsip nirlaba, dan dapat mengelola dana secara mandiri untuk memajukan satuan pendidikan.
Jika dilihat dari jenis usahanya terdapat 3 macam bisnis yaitu bisnis jasa, bisnis perdagangan, bisnis industri atau manufaktur. a) Bisnis jasa atau pelayanan terjadi ketika adanya interaksi antaranya yang membuat dan costumer. Contoh : bisnis pengiriman barang. b) Bisnis perdagangan adalah bisnis yang menjual suatu barang dimana harga jual telah menyangkut laba. Terdiri dari harga pembelian + laba yang diharapkan, dan bukan merupakan laba aktual. c) Manu faktur atau bisnis yang merubah bahan mentah menjadi barang jadi. Biaya- biaya yang harus difikirkan dalam bisnis manufaktur adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya tak terduga (over head) diluar biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
Berdasarkan jenis kepemilikannya dibagi menjadi 4 yaitu bisnis yang pemiliknya adalah masyarakat atau public, Pemerintah Pusat contohnya BUMN ( Badan Usaha Milik Negara), Pemerintah Daerah sebagai contoh adalah BUMD ( Badan Usaha Milik Daerah) dan bisnis yang pemiliknya adalah campuran.
Finansial Statement ( laporan keuangan) terbagi menjadi 3 yaitu
1) Income Statement; terdapat tiga komponen dalam income statement, yaitu pendapatan, biaya operasional, dan biaya lain-lain.
2) Laporan perubahan modal; dapat kita lihat dari modal awal, saldo laba, prive, dan modal akhir.
3) Balance Shoet; terdiri dari 3 komponen yaitu
Asset terdiri dari current asset, fixed asset, dan itensibel fix asset.
Liabilies Terdiri dari current liabilies dan los term liabilities
Capital terdiri dari saham, agio saham dan dis agio saham.
Laporan keuangan akan terjadi karena adanya sebuah transaksi. Transaksi adalah kejadian yang dilakukan dua orang atau lebih yang berakibat pada perubahan nilai pada dua account atau lebih, yang dapat dinilai dengan uang.
Dengan adanya suatu transaksi maka akan adanya suatu analisis dimana kita dapat mengambil sebuah keputusan biasa berupa jawaban ya atau tidak. Setelah diadakan analisis maka akan dimasukan kedalam buku jurnal. Buku jurnal merupakan catatan transaksi yang bernilai keuangan yang menggambarkan dan menginformasikan pengaruhnya terhadap account. Setelah dicatat dibuku jurnal maka akan diposting di buku besar kemudian akan digambarkan kedalam summary atau neraca saldo. Begitulah seterusnya dapat dikatakan disamakan dengan sebuah siklus.
A = C
A = L + C
A = CA + FA + IFA
IFA = NIFA + AN
FA = NFA - DA
L = CL + LTL
IFA = surat izin + perizinan = konsensi
IPO = biaya go public
Saldo normal terbagi tiga yaitu aktiva - debet, utang- kredit, dan modal - kredit.
Laba juga terbagi menjadi tiga yaitu pengembangan, cadangan, pemakaian.
Terdapat dua tugas yang dimiliki oleh seorang manajer keuangan, yaitu
1. Mencari Uang atau Sumber Pembiayaan.
Bersumber dari pemilik yang berarti modal.
Bersumber dari bank berkaitan dengan hutang.
Bersumber dari masyarakat dengan cara go public.
2. Menggunakan uang. terkait dengan operasional dan investasi. Dalam menggunakan uang menggunakan prinsip anggaran yaitu skala prioritas.
Pada pertemuan pertama, Bpk. Amril Muhammad menerangkan tentang konsep dasar akutansi. Dimana tugas manajer keuangan adalah mencari dana, mengalokasikan dana berbasis anggaran dan menyusun skala prioritas.
Sumber pembiayaan dalam manajemen keuangan berasal dari 3 sumber yaitu 1) Modal pemilik; modal pemilik adalah modal pribadi yang dimiliki oleh seseorang yang ingin melakukan bisnis. 2) Pinjaman; pinjaman dapat berasal dari pinjaman bank maupun dari pinjaman orang-orang dengan disertai bunga. Sebelum mengambil pinjaman kita harus melakukan analisis terhadapat kekuatan pinjaman yang akan kita ambil. kita juga harus menganalisis jangka waktu peminjaman yang dapat kita lakukan, serta menganalisis pasar keuangan seperti sistem bunga pinjaman, suku bunga pinjaman, dan inflasi. 3) Pendapatan atau uang hasil investasi.
Sumber-sumber pembiayaan yang telah didapat digunakan untuk dana operasional dan dana investasi. Dana operasional adalah dana yang digunakan untuk kelancaran kegiatan operasional. Pada saat kita ingin membuat anggaran dana kita harus memperhatikan unit cost, BEP, harga jual dan lain- lain. Harga jual suatu produk harus diusahakan tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. harus disesuaikan dengan kondisi dari produk itu sendiri dan harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat.
Jika dana tidak mencukupi maka kita harus membuat skala prioritas.Skala Prioritas adalah daftar urutan kebutuhan manusia dari yang paling penting dan harus dipenuhi terlebih dahulu. Dalam bisnis terdapat suatu konsep kesatuan usaha yaitu pemisahan pencatatan keuangan pribadi dengan bisnis atau perusahaan.
Konsep dasar akuntansi
AKTIVA
Aktiva dibagi menjadi 3, yaitu
Current Asset seperti barang , dan uang
Fixed Asset seperti tanah, dan bangunan
Intangible Fixed Asset contohnya adalah izin perusahaan
HUTANG
Jenis hutang dibagi menjadi 2, yaitu:
Hutang Lancar (Current Liabillities) seperti hutang gaji
Hutang Jangka Panjang (Long-term Liabillities) yaitu hutang yang jangka waktu pembayarannya lebih dari 1 tahun.
Saya memimpikan untuk memiliki sekolah setara dengan jenjang sekolah menengah atas. Saya beri nama sekolah saya dengan nama Hematics school. Sekolah ini berlokasi di pusat kota Jakarta. Hematics School adalah sekolah penjurusan khusus untuk mata pelajaran eksakta. Hematics school memiliki tiga jurusan, yang terdiri dari jurusan fisika, jurusan biologi dan jurusan kimia. Lama pembelajaran pada sekolah ini selama tiga tahun ajaran. Tiap-tiap jurusan mendalami mata pelajaran sesuai dengan jurusannya masing-masing. Pada tahun pertama masing-masing jurusan mendapatkan mata pelajaran umum. Mata pelajaran umum yang di pelajari adalah mata pelajaran matematika.
Kompetensi atau keahlian yang akan di peroleh siswa jika masuk sekolah ini adalah siswa tersebut diharapkan akan menjadi siswa yang memiliki keahlian sesuai dengan bidang yang diminati. Siswa akan mampu untuk menciptakan penemuan atau karya yang sesuai dengan bidangnya. Jika siswa tersebut, masuk pada jurusan biologi maka siswa tersebut akan menjadi siswa yang profesional atau menjadi ahli dalam bidang biologi. Begitupun untuk jurusan fisika dan jurusan kimia, sehingga siswa dapat memperbaiki keadaan lingkungan di Indonesia yang sedang mengalami krisis lingkungan.
Program utama yang ditawarkan pada sekolah ini adalah kegiatan pembelajaran rutin yang dimulai pada hari senin sampai dengan hari jum’at. Mulai dari pukul 07.00 sampai dengan 14.00. Kegiatan pembelajaran dilakukan di dalam kelas, di ruang laboratorium dan di lapangan. Terdapat dua kali waktu istirahat pada sekolah ini, dengan durasi waktu 20 menit pada masing-masing waktu istirahat.
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan senyaman dan semenarik mungkin dengan kondisi kelas yang menyenangkan dan kondisi sekolah yang sejuk dengan banyaknya penghijauan, baik berupa apotik hidup maupun tanaman jenis lainnya yang terdapat disekitar sekolah. Agar siswa tidak merasa jenuh dalam belajar dan merasa nyaman berada disekolah sehingga siswa menjadi bersemangat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
Setiap hari kamis merupakan Engglis Day. Pada hari tersebut setiap siswa diwajibkan untuk menggunakan percakapan berbahasa Inggris selama kegiatan belajar pembelajaran berlangsung. Mulai dari jam pelajaran pertama hingga jam pelajaran terakhir. Tujuan dari program Engglis Day ini agar siswa dapat berbicara dengan lancar dan menguasai bahasa Inggris.
Studi banding juga merupakan program utama yang ada disekolah ini. Baik studi banding ke universitas-universitas dalam negeri ataupun universitas luar negeri. Program studi banding ke universitas dalam negeri diadakan setiap tahun yang diikuti oleh siswa-siswi kelas satu. Kunjungan ke universitas-universitas dalam negeri disesuaikan dengan penjurusan masing-masing. Sebagai contoh untuk jurusan biologi mengadakan studi banding ke Institut Pertanian Bogor. Pada jurusan Fisika ke Institut Tekhnologi Bandung, dan untuk Kimia mengadakan studi banding ke Universitas Gajah Mada. Studi banding ini bertujuan agar siswa dapat termotivasi dan dapat semangat untuk belajar dengan sebaik-baiknya.
Studi banding ke universitas luar negeri hanya di pilih 6 orang yang terdiri dari 2 orang pada masing-masing jurusan. Studi banding ini diadakan setiap tahun yang diperuntukan pada kelas 2 Hematics School. Persyaratan untuk dapat mengikuti studi banding ke luar negeri adalah siswa tersebut telah lulus dalam berbagai seleksi dari program ini. Tujuan dari studi banding keluar negeri ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam jurusan masing- masing, sehingga pengetahuan-pengetahuan tersebut dapat diadopsi untuk dimanfaatkan di dalam negeri.
Pada program utama, siswa dipersiapkan untuk dapat membuat suatu penemuan sesuai dengan jurusannya masing-masing sebagai tugas akhir pembelajaran. Untuk menjalankan program utama tersebut membutuhkan berbagai eksperimen yang tidak mudah untuk dilakukan. Untuk itu khusus pada hari jum’at dipergunakan untuk mengembangkan ide dan melakukan percobaan yang mereka ingin buat dan kembangkan. Penemuan dan karya-karya para siswa tersebut, yang pada akhirnya dapat digunakan dalam kehidupan nyata untuk dapat memperbaiki keadaan lingkungan di negara Indonesia.
Program pendukung yang ada disekolah ini adalah kegiatan ekstrakurikuler yang terdiri dari Karya Ilmiah Remaja, pecinta alam, seni musik dan olahraga yang terdiri dari basket, futsal, tenis meja, taekwondo. Kegiatan ekstrakurikuler ini dilaksanakan setiap hari sabtu. Tujuan diadakan kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan siswa sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik yang ada pada diri mereka masing-masing.
Program pendukung lainnya adalah membuat penyuluhan pada setiap warga masyarakat yang berada di DKI Jakarta untuk dapat menjaga lingkungannya, sebagai contoh penyuluhan pemanfaatan limbah masyarakat, penyuluhan penanaman 1 pohon pada setiap rumah dan lain-lain. Program ini dilaksanakan setiap hari minggu dan bekerja sama dengan pemkot DKI Jakarta. Tujuan dari program ini selain untuk mengembangkan suasana rileks, mengembirakan dan menyenangkan bagi para siswa, juga dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Siswa yang dapat mendaftar pada Hematics School adalah siswa yang telah memenuhi kriteria sebagai berikut :
Siswa tersebut telah lulus SMP/ MTs
Memiliki nilai raport pada kelas 1,2 dan 3 SMP/MTs dengan nilai 8,0 pada mata pelajara matematika, biologi, fisika dan bahasa Inggris.
Memiliki nilai Ujian Akhir Nasional SMP/MTs rata-rata 8,0 pada mata pelajaran matematika, biologi dan fisika dan bahasa Inggris
Memiliki IQ minimal 120.
Siswa yang dapat diterima adalah baik laki-laki ataupun perempuan.
Memiliki SKCK.
Strategi publikasi yang dilakukan sekolah ini untuk menjaring para siswa adalah pertama, dengan cara pemanfaatan internet. Sekolah ini membuat situs web sekolah yang di dalamnya berisi berbagai informasi mengenai Hematics School, mulai dari profil sekolah, program-program yang ada disekolah tersebut, kelebihan dari sekolah tersebut baik sarana prasarana maupun aktivitasnya, menginformasikan tentang administrasi sekolah dan lain-lain. Dalam pemanfaatan media internet. Hematics School juga memasang iklan pada situs-situs yang sering dibuka oleh masyarakat seperti iklanbaris.com dan situs-situs jejaring sosial.
Kedua, menginformasikan tentang Hematics School dengan cara langsung mendatangi sekolah-sekolah menengah pertama dengen cara memberikan brosur dan mengadakan kegiatan tryout untuk siswa-siswi ke kelas tiga SMP/MTs. Bagi seorang siswa yang mendapatkan nilai terbaik dengan nilai minimal 8,5 untuk hasil try out yang telah dilakukan, maka akan mendapatkan beasiswa untuk satu tahun ajaran jika bersekolah di Hematics School. Ketiga, dengan cara open house. Sekolah Hematics school mempersilahkan siapa saja untuk melihat sarana dan prasarana yang tersedia disekolah tersebut.
Untuk memutuskan calon siswa dapat diterima atau tidak di Hematics School maka diperlukan berbagai proses seleksi. Proses seleksi yang dilakukan adalah pertama, seleksi administrasi. Dalam seleksi administrasi, calon siswa Hematics School harus mengisi formulir siswa baru selengkap-lengkapnya. Calon siswa harus melakukan pembayaran seleksi dan melampirkan bukti pembayaran pada formulir tersebut. Calon siswa juga harus melampirkan kelengkapan data-data seperti foto copy ijazah, foto copy STTB, hasil tes IQ, SKCK, dan sertifikat-sertifikat yang dimiliki.
Kedua, proses tes yang terdiri dari psikotes, tes pengetahuan atau tes potensi akademik, dan tes performance. Dalam melakukan tes-tes, alat-alat tes baik berbentuk audio maupun data seperti soal-soal harus memenuhi standar, harus valid dan reliabel. Dengan demikian proses seleksi dapat berjalan dengan lancar.
Ketiga, proses wawancara seleksi. Wawancara dilakukan berbentuk wawancara formal secara individu sehingga proses wawancara dapat lebih terfokus. Alat yang digunakan pada proses wawancara adalah stopwatch untuk mengatahui batas waktu proses wawancara pada setiap calon siswa dan alat paling utama yang digunakan adalah daftar pertanyaan yang disusun secara terstruktur dan jenis pertanyaan berbentuk problem solving. Calon siswa harus dapat menjawab dengan lancar dan dapat memecahkan suatu permasalahan yang ditanyakan oleh pewawancara dengan baik dan tepat. Pewawancara harus bersifat aktif dan fokus mendengarkan jawaban-jawaban yang di jawab oleh calon siswa, pewawancara harus bersifat ramah dan menunjukan perhatian kepada calon siswa.
Keempat adalah pemeriksaan referensi. Pemeriksaan referensi terdiri dari personal references dan performance references. Pada personal references, pemeriksaan dengan cara mencari tahu informasi tentang calon peserta didik kepada orang-orang yang mengenal secara dekat dengan calon siswa. Informasi yang akan diketahui adalah mengenai kemampuan akademik, kemampuan finansial dan kemampuan menjalani proses pendidikan. Dengan menggunakan alat berupa daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang yang mengenal dekat dengan calon siswa tersebut.
Pada performance references, referensi yang diperiksa untuk mengetahui kemampuan dan prestasi-prestasi yang di miliki oleh calon siswa. Alat-alat refensi tersebut berupa foto copy dokumen-dokumen atau sertifikat yang dimiliki calon siswa tersebut.
Kelima, proses seleksi yang dilakukan adalah evaluasi medis. Bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan calon siswa yang mendaftar agar calon siswa dapat lancar untuk mengikuti kegiatan belajar dan pembelajaran di Hematics School tanpa halangan kesehatan apapun. Proses evaluasi medis yang dilakukan diserahkan pada lembaga kesehatan agar hasil yang di dapat lebih akurat.
Keenam adalah proses keputusan penerimaan. Keputusan penerimaan calon siswa Hematics School menggunakan media papan pengumuman dan media internet dengan pemanfaatan web sekolah yang telah dibuat dan situs jejaring sosial yang digunanakan untuk kegiatan promosi sekolah sebelumnya.
Calon siswa yang diterima pada Hematics School merupakan calon siswa yang sesuai dengan kriteria yang di telah ditetapkan oleh Hematics School, telah memenuhi persyaratan-persyaratan secara lengkap dan telah lulus pada berbagai proses seleksi yang telah di lakukan sebelumnya.
Quantum learning berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria. Ia melakukan eksperimen yang disebutnya suggestology (suggestopedia). Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apa pun memberikan sugesti positif atau negatif. Untuk mendapatkan sugesti positif, beberapa teknik digunakan.
Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Quantum learning menggabungkan sugestologi, teknik pemercepatan belajar, dan NLP dengan teori, dan keyakinan.
Siklus manic depressive terus berulang-ulang dengan intesitas tekanan yang semakin kuat, seperti lingkaran setan yang tak berujung. Kondisi kejiwaanku yang terus memburuk, sangat mempengaruhi aktivitas sehari-hariku di rumah maupun di sekolah. Semester kedua di SMA prestasi belajarku mulai menurun, aku hanya meraih rangking 4 dari 46 siswa.
Kondisi kejiwaanku makin memburuk, suasana hatiku semakin tak terkendali. Kepercayaan diriku yang rendah serta ketidak mampuanku bergaul menambah beban berat pikiranku. Kondisi fisikku pun mulai terganggu. Aku mulai sering sakit-sakitan, sakit yang tak jelas sakit apa. Sakit fisik yang disebabkan oleh kondisi psikisku yang tak menentu.
Siswa Bodoh yang Pemalas dan Suka Nyontek
Memasuki kelas dua SMA, prestasi akademisku makin terpuruk, bahkan hancur-hancuran. Sekarang aku bukan lagi anak pandai yang selalu juara kelas, tapi aku sudah berubah drastis menjadi anak bodoh dan pemalas yang sering mendapatkan nilai 3 dan 4 saat tes. Saat belajar di ruang kelas, aku sama sekali tidak bisa konsentrasi. Aku malah sering tidur saat guru sedang mengajar. Aku tak bisa mencerna materi-materi pelajaran yang disampaikan para guru di ruang kelas.
Sejak itu aku mulai sering nyontek saat tes. Aku juga jarang mengerjakan pekerjaan rumah (PR) karena di rumah pun aku juga tak bisa konsentrasi belajar. Ujung-ujungnya ya, nyontek lagi kebiasaan buruk yang sangat aku benci saat aku di SMP dulu—walaupun sebenarnya aku sangat malu melakukannya.
Aku suka sedih jika ingat prestasiku di SMP dulu. Aku selalu bahagia saat kenaikan kelas, karena aku selalu menjadi yang terbaik. Kini masa bahagia itu sudah berlalu. Aku sudah berubah manjadi siswa yang bodoh, pemalas, suka nyontek, suka tidur saat belajar, dan sering datang terlambat ke sekolah, bahkan pernah beberapa kali bolos sekolah.
Aku memang sudah banyak berubah. Semester 3 rangkingku anjlok ke urutan 34 dari 39 siswa. Prestasi terburuk yang bahkan tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Itu berarti aku menjadi siswa paling bodoh ke-6 di kelas. Dengan nilai raport dan rangking sejelek itu aku sampai khawatir jangan-jangan aku tidak naik kelas.
Jika episode depresi datang, berada di ruang kelas benar-benar merupakan siksaan bagiku, aku tak mampu menyerap dan mencerna materi-materi pelajaran yang disampaikan para guru. Apalagi jika diberi tugas mengerjakan soal, aku sama sekali tidak bisa berpikir. Otakku seperti beku, lidahku seperti kelu, dan tubuhku seperti kaku.
Karena dengan suasana hati yang tak menentu serta kekacauan emosi yang tak terkendali, aku sering bingung harus ngomong apa jika berhadapan dengan teman atau siapa saja. Aku tak bisa menata pikiranku sendiri, aku tak mampu menyusun kata-kata dan merangkai kalimat yang tepat untuk diucapkan. Kalaupun dipaksakan yang terucap hanya kalimat-kalimat pendek yang kadang tidak relevan dengan tema obrolan.
Keadaan ini membuatku semakin ragu, malu dan kurang berani bicara di depan teman-temanku. Bahkan pada situasi tertentu aku sering gagap bicara. Saat berhadapan dengan seseorang terutama teman, aku khawatir mereka akan memandang aneh dengan sikapku, kata-kata, nada biacara, raut muka serta gerak-gerikku.
MASALAH
Adanya suatu pernyataan bahwa terdapat manusia yang bodoh.
Kondisi kejiwaan seseorang sangat mempengaruhi aktivitas belajar.
Siswa kurang memiliki sifat kepercayaan diri dan motivasi.
Siswa memiliki daya nalar dan kecerdasan yang berbeda-beda
Setiap siswa memiliki gaya belajar yang unik.
Terdapat siswa yang kesulitan menyerap dan memahami pelajaran-pelajaran yang disampaikan gurunya.
Siswa sulit berkonsentrasi saat belajar di dalam kelas.
SOLUSI
Guru harus meyakinkan kepada setiap siswa nya bahwa “Tidak satupun siswa saya yang tidak pintar“.
Setiap siswa harus dapat menahan kendali atas kehidupan emosionalnya.
Guru harus dapat mengenali secara dini kecerdasan masing-masing peserta didik, dan kemudian memberikan layanan yang sesuai dengan tipe kecerdasan yang mereka miliki.
Mengikuti pelatihan mengenai penggunaan media belajar yang efektif.
Berusaha melengkapi fasilitas yang ada di setiap sekolah.
Guru harus lebih banyak memberikan umpan balik yang positif bagi siswa.
Menciptakan sekondusif mungkin ruang belajar yang memberikan kenyamanan dan rasa santai.
Orang awam biasanya mengartikan sebuah emosi dengan anggapan bahwa emosi itu merupakan segala suatu hal yang negatif, sehingga muncul ungkapan bahwa terdapat orang yang memiliki sifat emosional. Orang yang emosioanl meiliki ciri- ciri yaitu orang tersebut cepat marah atau perasaan yang ada pada dalam diri seseorang cepat mengalami perubahan. Oleh karena itu emosi sering dianggap sebagai suatu sikap yang menakutkan dan sesuatu yang dapat menghambat kehidupan dalam diri manusia.
Tetapi sebenarnya anggapan tersebut tidak tepat. Emosi menggambarkan suatu perilaku, respon psikologis dan pengaturan perasaan yang timbul karena adanya keinginan yang tak diduga sebelumnya. Emosi merupakan tanggapan atas segala kejadian yang dialami dalam lingkungan hidupnya. Emosi biasanya mendorong seseorang untuk melakukan berbagai tindakan. Tindakan tersebut bisa berupa tindakan yang positif ataupun yang negatif. Sebagai contoh jika ada seseorang yang sedang marah maka dia akan membanting benda-benda yang ada disekitarnya. Hal tersebut merupakan tindakan yang bersifat negatif.
Emosi sangat berhubungan dengan emosional question (EQ). Sebuah penelitian membukti bahwa kecerdasan intelektual sebagian besar dipengaruhi oleh Emosional Question (EQ). Dijelaskan bahwa Intelektual Question (IQ) hanya berperan kira-kira 20 % sebagai faktor- faktor yang menjadikan manusia berhasil dan mengalami kesuksesan. Sedangkan sisanya sebanyak 80 % disumbangan oleh kecerdasan lain seperti kecerdasan emosional.
Dalam pembahasan ini kita perlu mengetahui IQ dan EQ. IQ adalah suatu kecerdasan dimana seseorang mampu dan terampil dalam mengendalikan dirinya sendiri, memiliki semangat yang tinggi, memiliki ketekunan yang tinggi, mampu memotivasi dirinya sendiri dalam menjalankan sesuatu, dan mampu berinteraksi dengan baik dengan orang yang ada disekitarnya.
EQ merupakan suatu kecakapan pribadi yang terkait dengan kemampuan seseorang untuk mengelola dirinya sendiri. Kemampuan tersebut meliputi kesadaran diri, pengaturan diri dan motivasi yang ada pada diri sendiri. Kesadaran diri merupaka suatu sikap dimana kita harus mengetahui kondisi pada diri kita sendiri, apa yang kita sukai, sumber daya dan intuisi. Kesadaran emosi juga merupakan bagian dari kesadaran diri. Kesadaran emosi adalah kita mengenali emosi yang ada pada diri kita sendiri serta mengenali efek dari emosi yang kita timbulkan. Penilaian diri secara teliti dengan cara mengetahui kekuatan yang ada pada diri kita dan keterbatasan yang kita miliki. Kesadaran diri juga mencangkup sikap percaya diri yaitu keyakinan tentang kemampuan yang ada pada diri sendiri dan keyakinan tentang harga diri.
Dimensi EQ yang selanjutnya adalah pengaturan diri, yaitu mengelola kondisi, kata hati, sumber daya diri yang kita miliki. Hal- hal yang mencakup pengaturan diri adalah kenali diri kita dengan mengelola dengan baik emosi-emosi dan desakan-desakan yang ada didalam hati. Kewaspadaan dan adaptabilitas.
Dimensi EQ berikutnya adalah motivasi diri yang mencakup dorongan untuk dapat berprestasi, komitmen pada diri sendiri, inisiatif dan selalu optimis dalam melakukan suatu tindakan.
Kecakapan sosial adalah sikap dimana kita dapat berinteraksi dengan baik dengan orang lain yang meliputi empati. Empati adalah kesadaran terhadap perasaan, kebutuhan dan kepentingan orang lain. Empati meliputi memahami perasaan orang lain, orientasi pelayanan, mengembangkan orang lain, serta mengatasi keragaman pada setiap individu.
Dalam kecerdasan sosial kita juga harus memiliki ketrampilan sosial. Keterampilan sosial adalah kepandaian dalam menggugah tanggapan yang dikehendaki pada orang lain. Ketrampilan sosial meliputi komunikasi, membangkitkan inspirasi dan memandu kelompok dan orang lain, memulai dan mengelola perubahan, manajemen konflik, pengikat jaringan, kolaborasi dan kooperasi, kemampuan tim, serta memiliki pengaruh yaitu memiliki taktik untuk melakukan persuasi.
Disiplin siswa adalah sikap yang ditunjukan oleh seorang siswa dalam mematuhi dan menaati aturan-aturan yang ada disekolah antara hal yang boleh dilakukan ataupun yang tidak boleh dilakukan. Disiplin sekolah merupakan upaya sekolah untuk mendorong siswa agar tidak berperilaku menyimpang dan berperilaku sesuai dengan norma yang berlaku. Disiplin sekolah tercantum dalam bentuk produk yang dibuat oleh sekolah berupa tata tertib yang ada disekolah. Tata tertib tersebut mencangkup peraturan mengenai cara beretika, berperilaku sosial dalam lingkungan sekolah, cara berpakaian, pengaturan waktu, da lain- lain.
Tujuan dilaksanakannya disiplin sekolah adalah agar tidak terciptanya perilaku- perilaku yang menyimpang yang tidak di inginkan pada setiap peserta didik, mendorong siswa agar selalu berperilaku baik dan benar sesuai dengan norma, membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan sehingga dapat menjauhi hal-hal yang dilarang oleh sekolah dan yang terakhir yaitu upaya agar siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat bagi dirinya.
Terdapat peraturan – peraturan yang ada disekolah yang terdiri dari : peraturan otoritarian yaitu peraturan yang dibuat sangat ketat dan sangat rinci, peraturan tersebut harus dipatuhi dan ditaati oleh setiap peserta didik, jika tidak patuh dan tidak taat maka akan menerima sanksi atau hukumanyang cukup berat. Peraturan yang berikutnya adalah peraturan permisifyaitu peraturan yang membiarkan orang bertindak menurut keinginannya, jika melanggar peraturan atau norma, maka tidak diberi sanksi atau hukuman dan memunculkan rasa takut.
Terdapat juga peraturan yang bersifat demokratis. peraturan yang didalamnya terdapat penjelasan, diskusi tentang peraturan yang akan dibuat dan penalaran untuk membantu anak memahami mengapa diharapkan mematuhi dan mentaati peraturan. Jika menolak atau melanggar tata tertib tersebut maka akan diberikan sanksi atau hukuman sebagai upaya menyadarkan, mengoreksi, dan mendidik.
Dalam menjalankan peraturan dan tata tertib disekolah tidak selamanya berjalan dengan lancar. Ada saja peserta didik yang melakukan tindakan penyimpangan disiplin. Faktor –faktor yang menyebabkan penyimpangan disiplin adalah sikap guru yang menekan siswa dan cukup tegas menangani siswa, kondisi sekolah atau tempat belajar yang tidak menyenangkan, terdapat masalah dalam diri peserta didik seperti kurang mendapatkan perhatian sehingga mereka melampiaskannya di dalam sekolah, kurikulum yang terkesan kaku ditandai dengan kurikulum yang tidak fleksibel dan terkesan bersifat memaksa,
Untuk menangani penyimpangan disiplin terdapat dua cara yang dapat dilakukan, yaitu dengan cara pencegahan disiplin secara preventif atau upaya untuk menggerakan siswa agar mau mengikuti dan mematuhi peraturan, sedangkan disiplin korektif yaitu jika siswa melakukan penyimpangan, maka masih diberikan kesempatan oleh sekolah untuk memperbaiki kesalahan- kesalahannya.
Banyaknya siswa yang melakukan penyimpangan disiplin, maka para pendidik disekolah tersebut harus mengupayakan untuk menumbuhkan sikap disiplin pada diri siswa dengan cara, anatara lain : membantu siswa mengembangkan pola prilaku untuk dirinya, membantu siswa meningkatkan standar prilakunya dengan menggunakan pelaksanaan aturan sebagai alat, baik aturan– aturan yang bersifat khusus maupun umum.
Terdapat strategi umum untuk merancang disiplin seperti yang diungkapkan oleh Reisman dan Payne yang terdiri dari menumbuhkan konsep diri siswa sehingga siswa dapat berprilaku disiplin, adanya ketrampilan dalam berkomunikasi, adanya konsekuensi – konsekuensi logis dan alami serta klarifikasi nilai, selain itu ada juga analisis transaksional, terapi realitas, disiplin yang terintegrasi, modifikasi perilaku dan tantangan bagi disiplin.
Sikap disiplin sangat penting untuk memperlancar proses belajar dan pembelajaran. Sehingga sikap disiplin harus di terapkan pada setiap peserta didik.